Berita Terkini

Koordinasi DPB Periode Desember, KPU Libatkan Stakeholder Terkait

Magelang, kota-magelang.kpu.go.id. KPU Kota Magelang melaksanakan Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) periode Desember 2021 pada Jumat (24/12/2021). Acara dihadiri stakeholder terkait yaitu Bawaslu, Disdukcapil, TNI, Polri, dan partai politik peserta pemilu 2019 Kota Magelang. Anggota KPU Divisi Perencanaan Data dan Informasi Purwanti Juli Wardani dalam forum tersebut menyampaikan hasil rekapitulasi DPB Kota Magelang periode Desember 2021 sebanyak 91.152 pemilih, terdiri dari 44.238 pemilih laki-laki  47.914 pemilih perempuan. Jumlah ini mengalami penurunan 219 pemilih dibanding bulan sebelumnya. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Disdukcapil Kota Magelang, serta masukan dari Bawaslu terdapat data pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) karena meninggal sebanyak 102 pemilih dan pindah keluar Kota Magelang sebanyak 117 Pemilih. Tercatat tambahan pemilih sebanyak 126  berasal dari pemilih pemula. Pada rekapitulasi bulan November, DPB Kota Magelang berjumlah 92.245 pemilih. Koordinasi ini adalah rapat pertama yang dilaksanakan setelah terbitnya Peraturan KPU 6 Tahun 2021 tentang Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan yang ditetapkan pada 11 November 2021 lalu. Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula sosialiasi mengenai PKPU 6 Tahun 2021. Sebelumnya, saat membuka acara, Ketua KPU Kota Magelang Basmar Perianto Amron mengungkapkan dinamika proses pemutakhiran data yang berjalan di tahun 2021, dengan tren daftar pemilih berkelanjutan (DPB) menurun. Dalam diskusi, Ketua Bawaslu Kota Magelang, Endang Sri Rahayu menyampaikan masukan, bahwa sesuai ketentuan Pasal 10 PKPU 6, dalam forum koordinasi PDPB, KPU Kota Magelang dapat melibatkan RT/RW untuk validitas dan kelengkapan data yang lebih akurat. Senada, Agus Susilo dari Partai Golkar mengemukakan pihaknya hanya dapat turut serta menyosialisasikan program ini sampai kader. Sehingga apabila KPU melibatkan RT/RW, informasi tentang PDPB dapat lebih efektif tersampaikan ke masyarakat. Adapun menanggapi perihal status perekaman data pemilih, Kasi Kerjasama dan Inovasi Pelayanan Disdukcapil Kota Magelang M.Hufron Gunawan berharap agar KPU Kota Magelang dapat berkoordinasi lebih lanjut dengan Disdukcapil.

KPU Hadiri Acara Forum Komunikasi KIM tentang Branding Kota Magelang

Magelang, kota-magelang.kpu.go.id. KPU Kota Magelang hadir dalam acara Forum Komunikasi dengan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang diselenggarakan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Magelang, Rabu (22/12/20210). Acara dilaksanakan di Ruang Pangripta Bappeda Kota Magelang dengan mengangkat tema “Pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat dalam Membranding Kota”. Kegiatan  tersebut dibuka Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Diskominsta Kota Magelang Prianta Adi Wibawa. Dalam sambutannya Prianta mengatakan bahwa keberadaan KIM mendukung program kerja pemerintah untuk dapat tersampaikan kepada masyarakat dengan baik. “Begitu juga sebaliknya, apabila ada keluhan dari masyarakat akan cepat tersampaikan ke pemerintahan sehingga dapat segera dicarikan solusinya,” tambah Prianta. Dalam sesi materi, Project Managar InaHEA UGM Wisaksono Adhi menjelaskan strategi branding Kota Magelang melalui media sosial. Ia menuturkan beberapa tahapan dalam membuat konten, yakni menentukan target audiens, platform media sosial, merancang konsep, ide dan optimalisasi konten. “Yang penting dalam pembuatan konten adalah interaksi antara pembuat konten dan audiens. Bukan seberapa banyak pengikut konten atau yang menyukai unggahan konten. Tapi lebih bagaimana kita membalas komentar dari audiens,” lanjut Adhi. Sementara, narasumber selanjutnya Asef F Amani yang berprofesi sebagai jurnalis Harian Suara Merdeka menyampaikan bagaimana peran media dalam membranding Kota Magelang. Ia mengatakan baik media massa cetak dan elektronik maupun media sosial  memiliki peran penting dalam membranding suatu daerah atau lembaga. Untuk itu, lanjut Asef, pemerintah atau lembaga perlu menggandeng media dalam melakukan branding. Lebih lanjut Asef menambahkan tujuan branding adalah mengenalkan brand lembaga atau daerah, termasuk juga membangun citra positif dan reputasi daerah atau pemerintahan. Adapun acara ini berlangsung sejak pagi hingga siang hari dan dihadiri KIM kelurahan se-Kota Magelang juga perwakilan beberapa lembaga atau instansi di Kota Magelang.

Dialog Magelang FM: Menangkal Hoaks untuk Peningkatan Kualitas Pemilu dan Pemilihan

Magelang, kota-magelang.kpu.go.id. KPU Kota Magelang bersama Mafindo Magelang Raya hadir dalam Dialog Interaktif Magelang FM, Rabu (15/12/2021). Dialog membahas mengenai cara menangkal berita bohong atau hoaks untuk peningkatan kualitas pemilu dan pemilihan. Pembina Mafindo Raya Gede Mahardika menjelaskan bagaimana tips mengenali berita hoaks juga bahayanya. Adapun Koordinator Mafindo Magelang Raya, Irfi Maslachatul Ummah menyebutkan jenis informasi hoaks yang banyak beredar di masyarakat, meliputi misinformasi, disinformasi, dan malinformasi. Menurut Ketua KPU Kota Magelang Basmar Perianto Amron, dalam event pemilu dan pemilihan, tidak jarang muncul keinginan calon untuk meningkatkan citra diri tetapi juga ingin menjatuhkan lawan-lawannya. Hal ini dinilai bisa menjadi awal mula munculnya berita hoaks. Dialog yang diipandu host Gita tersebut juga sampai pada ulasan negative campaign dan black campaign. Dalam closing statementnya, Basmar Perianto mengimbau kepada masyarakat Kota Magelang agar berusaha memperoleh informasi dari sumber yang benar dan dapat dipercaya, terutama saat tahapan kampanye di pemilu 2024 nanti. Masyarakat dapat memastikan kebenaran suatu informasi dalam tahapan kampanye dari website serta akun media sosial KPU Kota Magelang, instansi berwenang lainnya, serta akun media sosial para calon yang telah didaftarkan secara resmi ke KPU sesuai tingkatannya.

Potret Demokrasi Akar Rumput di RW 1 Kelurahan Panjang

Magelang, kota-magelang.kpu.go.id. Ketua RT dan RW se-Kota Magelang telah habis masa baktinya di tahun 2021 ini. Untuk menemukan figur yang cocok dengan aspirasi masyarakat, ada bermacam cara yang digunakan masyarakat akar rumput RT/RW. Ada yang menggelar pemilihan dengan basis jumlah kepala keluarga sebagai pemilik hak pilih, namun ada pula yang menggunakan basis usia penduduk minimal 17 tahun. Tak terkecuali pemilihan Ketua RW 1 Kelurahan Panjang Kecamatan Magelang Tengah pada Minggu (12/12/2021). Panitia pemilihan RW yang diketuai salah satu mantan penyelenggara badan ad hoc KPU, Suryo Purnomo, mempersiapkan segala sesuatunya mengadopsi proses pemilu. Dari mulai dirancangnya tahapan pemilihan RW, pendaftaran calon ketua RW, bahkan pemutakhiran data pemilih. Segala kelengkapan admnistrasi dibuat sebagaimana layaknya pemilihan umum (pemilu), seperti berita acara penetapan, dan plano perolehan suara. Tidak seperti pemilihan RW sebelumnya, yang menjadi pemilih kali ini adalah semua warga yang sudah berusia 17 tahun. Pemilihan ketua RW dimulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB dengan tata cara pendaftaran, pemberian surat suara, pemungutan suara (pencoblosan), memasukkan ke kotak suara dan penandaan jari dengan tinta. Sejumlah pemilih mengungkapkan apresiasi atas pelaksanaan pemilihan RW di lingkunganya kali ini.  Kegiatan tersebut dinilai sangat demokratis. Para pemilih mengetahui siapa saja calon yang akan dipilihnya, termasuk bagaimana rekam jejaknya. Dalam pemilihan ini terdapat tiga calon ketua RW, salah satu di antaranya bahkan membuat baliho layaknya caleg untuk mempromosikan program-programnya. Atmosfir yang sudah hangat sejak awal membuat antusiasme masyarakat cukup besar. Diketahui ada beberapa dari pemilih yang sehari-harinya berkegiatan di luar kota berusaha meluangkan waktu untuk dapat berpartisipasi dalam pemilihan tersebut. Beberapa di antaranya ada yang bekerja di Purworejo, Kebumen, dan Boyolali. Mutiara Panca Rahayu mengaku pulang ke Panjang dari bekerja di Boyolali demi memberikan suara kepada calon pilihannya. Sementara Yayan dan istrinya yang sehari-hari berdagang di Purworejo, menyatakan wajib hadir dalam pemilihan tersebut. “’Lebih seneng begini daripada pemilihan RW sebelumnya, yang tidak tau siapa calonnya, tau tau jadi,” kata Yayan. Partisipasi pemilih mencapai 70,73%. Sebagai apresiasi kepada pemilih, panitia menyediakan gift bagi pemilih pemula, disabilitas dan pemilih usia lanjut. Lurah Panjang Soni Suharto pun menyampaikan harapannnya agar kegiatan ini kedepannya dapat menjadi agenda dari Pemerintah Kota Magelang dan mendapatkan dukungan dari KPU Kota Magelang serta pihak-pihak terkait lainnya.

Dialog Forpimda dan Tokoh Masyarakat: Ketua KPU Kota Magelang Sampaikan Peluang dan Tantangan Pemilu 2024

Magelang, kota-magelang.kpu.id. Ketua KPU Kota Magelang Basmar Perianto Amron menjadi narasumber Dialog Forum Pimpinan Daerah  dengan Tokoh Masyarakat Tahun 2021 yang mengambil tema "Sinergitas antara Forpimda dan Tokoh Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan", Jumat (10/12/2021). Acara digelar Badan Kesbangpol Kota Magelang, di Pendopo Pengabdian Jalan Cempaka Nomor 3 Magelang, dengan mengundang tokoh agama dan tokoh masyarakat. Dalam paparannya, Basmar Perianto menyampaikan ulasan mengenai peluang dan tantangan KPU dalam menghadapi pemilihan dan pemilu tahun 2024. Basmar juga menyampaikan bagaimana wujud peran aktif masyarakat untuk turut menyukseskan pesta demokrasi nasional maupun lokal ini serta adanya Sistem Informasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Kota Magelang (Sitidar). Sebelumnya, Wali Kota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz dalam sambutannya berharap seluruh peserta untuk aktif dalam forum tersebut dan menyebarluaskan informasi yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungannya. Adapun narasumber kedua adalah Ketua Pengadilan Negeri Kota Magelang Sri Harsiwi yang menyampaikan materi peran pengadilan dalam penegakan hukum. Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatangan Deklarasi Pencegahan Covid-19 Lintas Agama yang diinisasi Kodim 0705 Magelang.

Kunjungan KPU RI: Sharing Pengalaman Pemilihan 2020 dan Gambaran Pemilu Serentak 2024

Magelang, kota-magelang.kpu.go.id. KPU Kota Magelang mendapat kunjungan KPU RI pada Kamis (9/12/2021) terkait dengan pengumpulan data dukung untuk penyusunan daftar inventaris masalah dan rekomendasi pelaksanaan kampanye dan dana kampanye pemilihan tahun 2020. Kabag Pengelolaan Peserta Pemilu Setjen KPU RI Andi Krisna yang hadir didampingi Staf Sub Bagian Kampanye Sumantri dalam forum diskusi memaparkan catatan-catatan penting dalam penyelenggaraan pemilihan 2020. Seperti pengawasan kampanye di media sosial, penggunaan teknologi informasi untuk pelaporan dana kampanye, pengadaan Kantor Akuntan Publik (KAP) juga pengganggarannya. Ketua KPU Kota Magelang Basmar Perianto Amron saat membuka diskusi menyampaikan harapan agar regulasi KPU nantinya lebih rinci mengatur detil pelaksanaan tahapan pemilihan dan pemilu, demi pelayanan kepada seluruh stakeholder yang semakin baik ke depannya. Selain ulasan pemilihan 2020, Andi Krisna menambahkan sejumlah gambaran pelaksanaan pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024. Terkait verifikasi partai politik, seluruh data pendaftaran dari parpol akan diterima KPU RI melalui Sistem Informasi Partai Politik (Sipol). Andi menyebutkan akan ada surat pernyataan keanggotaan yang harus diunggah ke aplikasi tersebut juga rencana penggunaan Sipol Mobile untuk verifikasi petugas. Hal-hal lain yang menjadi bahasan adalah penataan daerah pemilihan, penyederhanaan surat suara, dan aturan kampanye di media sosial. Turut hadir dalam diskusi tersebut Kabag Hukum, Teknis dan Hupmas KPU Provinsi Jawa Tengah Dewanto Adi Putra Permana serta jajaran komisioner dan pejabat struktural KPU Kota Magelang.